Stop Diskriminasi dan Hapus Stigma Negatif Terhadap ODHA

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Mulai saat ini harus mengatakan stop diskiriminasi terhadap Orang Dengan Terinveksi HIV dan AIDS (ODHA). Stigma negatif dan mendiskreditkan kaum LBGT, Gay dan Waria harus hilang dalam benak kita semua.

Apalagi kaum intelek yang notabene memiliki pengetahuan yang baik.

“Lebih baik belajar banyak hal sehingga mendapatkan pengetahuan yang banyak dan tidak menghakimi orang lain. Itu yang lebih baik. Mulai dari diri sendiri kita harus menghapus stigma negatif terhadap ODHA, LBGT, dan Waria. Sebab mereka manusia biasa seperti biasa,” ungkap staf KPA Provinsi NTT, Gusti Brewon, saat menggelar talkshow bahas HIV dan AIDS di Aula Eltari Kupang, Sabtu (9/12/2017).

Kegiatan bertema “Aku Tahu Aku Mengasihi” itu digagas oleh Relawan Peduli AIDS NTT yang dipimpin langsung oleh Pembina, Dwi Wahyuni dan dipandu (moderator) dosen FKM Undana Dominirsep Dodo.

Peserta talkshow bahas HIV dan AIDS di Aula Eltari Kupang, Sabtu (9/12/2017) (Pos Kupang/Gordi Donofan)

Pada talkshow menghadirkan 6 pemateri diantaranya, Gusti Brewon (KPA Provinsi), Romo Yono (Keuskupan Agung Kupang), dr. Clive (RS Wirasakti Kupang, Samanta Keren (Ketua Waria Kota Kupang), Maksi (JoTI), Rido (IMOF).

dr. Clive, mengatakan, ke depan sebaiknya pemerintah pusat hingga pemerintah daerah harus kerjasama dan komit memberantas penyakit ini. Selain itu preventif dan promosi terus digalakan.

“Tenaga kesehatan harus belajar lebih banyak tentang HIV dan AIDS. Dan harus latih diri untuk tidak diskriminasi. Keluarga juga harus menerima serta keluarga mendukung. Dukungan dan motivasi keluarga sangat berarti bagi seorang penderita,” ungkap dr. Clive.

Romo Yono, menegasakan, mulai saat ini harus banyak belajar hukum cinta kasih. Supaya kita menjalani hidup sesuai dengan ajaran kita masing-masing.

“Manusia harus berjuang melawan penyakit. Harus datang kepada Tuhan dan kuncinya percaya. Harapan dan kasih dan butuh pengendalian diri. Kita harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,” ungkap Romo Yono. ( Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan )

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password